Tapi..., suka ngerasa ga sih, setelah itu semua berlalu, berasa buang energi dan sia-sia banget qt ngerasain perasaan2 emosi seperti itu. Berasa menodai apa yg udah baik dalam diri qt. Apalagi kalo kasusnya 'si kuman' / 'si biang kerok' / 'si cecunguknya' emang udah mengakar jadi orang yg bikin kesel dan emg tukang bikin masalah. So, apa masih perlu qt ngumbar emosi ngelayanin org begituan??? Idiiihhh... rugi lho. ^^, Waktu dan energi qt ga pantes dikasih buat 'cecunguk2' itu. But gimana dong biar qt nya yang tetep oke, dgn attitude yg positif, plus gak emosian???
Mungkin ini bisa ngebantu, gw pernah baca suatu artikel, dan karna mmg bagus gw save artikelnya, dan buat info gw pasang disini.. Cekidot:
Manajemen Emosi
- Sadarilah emosi. Berpalinglah bentar dari pertengkaran mulut (mis: pergi keluar) dan perhatikan baik-baik aneka ragam emosional yang sedang dirasakan. Lalu tanyakan: apa yang kurasakan? Malu (karena teman lebih benar/baik), atau takut (ia lebih pandai dan makin lama makin marah), merasa lebih (karena merasa menang beberapa hal dari kawan dan sering ia mengakui)? Atau masih adakah emosi lainnya yang muncul?
- Akuilah emosi. Perhatikan emosi yang terjadi pada saat itu agar tahu emosi apakah itu. Perkirakan berapa kuat emosi itu.
- Selidikilah emosi! Bila benar-benar ingin tahu tentang diri sendiri, tanyakan mengapa kemarahan terjadi, bagaimana ia masuk dan dari mana asalnya. Telusurilah jejak asal emosi itu. Mungkin saat ini dapat menyingkap seluruh sangkut pautnya, namun mungkin akan dijumpai semacam rasa rendah diri yang belum pernah diakui keberadaannya.
- Ungkapkanlah emosi. Apa adanya saja. Tanpa ada interpretasi, tanpa penilaian. Katakan: Ayo berhenti sebentar, merasa terlalu tegang, jangan-jangan akan mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak diinginkan untuk dikatakan. Dalam hal ini penting sekali untuk tidak menuduh atau memberikan penilaian dalam memberitahukan perasaan ini kepada teman. Pasti bukan kawan bicara yang salah, tapi dalam diri sendiri ada sesuatu hal yang kurang beres.
- Integrasikan emosi. Setelah mendengarkan emosi, setelah menanyakan dan mengungkapkan, sekarang biarkan akal sehat menilai apa yang sebaiknya dilakukan. Katakan misalnya : mari mulai lagi, rupanya tadi terlampau ngotot, hingga tidak dapat mendengarkan dengan baik, ingin mendengar alasanmu lagi, kalo tidak keberatan diakhiri saja perdebatan ini, saat ini mudah tersinggung untuk membicarakan hal yang serius.
Emang sih teori begituan gak sepenuhnya manjur kalo dipraktekin di kenyataan. But seengganya itu bisa jadi bahan buat qt lebih berusaha lagi utk ngontrol emosi. Toh kalo qt berhasil ngendaliin emosi, kebaikannya jg buat diri qt sendiri. So apa ruginya belajar ngendaliin emosi.
Emosi bukan akibat atau sekedar respon. Emosi merupakan sinyal untuk qt ngelakuin sesuatu. Gambarannya, tindakan yg qt ambil adalah dorongan dari emosi yang qt miliki. So, untuk bisa ngendaliinnya, qt harus mengenal si emosi diri qt. Caranya?? Setiap kali emosi tertentu muncul dalam pikiran, qt hrs bs menangkap pesan apa yg ingin disampaikan. Ketidakmampuan mengenal perasaan yg membuat qt kehilangan kendali atas perasaan qt. Dan itu yg munculin tindakan2 gak kekendali yg malah ngebuat situasi makin runyam. Cara mengenalinya gimana tuh??? Baca lagi aja artikel yg gw selipin di atas yahh.. :D
Nah skg gimana biar si emosi dalam diri qt adalah emosi yg mendorong qt melakukan reaksi positif bukannya tindakan brutal yg cuma ngandelin amarah semata???? Yaitu dgn menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati.
Gambarannya gini.., Saat ada suatu emosi dalam diri qt, ada hal ABCDE.....Z yg ngebuat qt secara acak menggabungkan keinginan + tujuan + harapan + kenyataan (termasuk di dalamnya kondisi sekitar, situasi nyata, orang lain yang terlibat) .. itu terfikir dan terasakan sedemikian rupa sehingga memunculkan reaksi hasil dari keseluruhannya.
Qt kembalikan ke pertanyaan sebelumnya, bagaimana agar reaksi keseluruhannya adalah reaksi positif? Kuatkan dalam hati dan pikiran qt, bahwa gabungan dari keinginan + tujuan + harapan + kenyataan adalah "informasi". Informasi itulah yang akan tersampaikan kepada si lawan bicara. Dengan demikian qt telah mengendalikan dorongan hati.
Jangan paksakan kenyataan untuk dapat menjawab keinginan + tujuan + harapan sesuai yg qt mau... itu tidak lebih dari nafsu, dan hanya membungkus 'kepuasan' semata. Jangan qt menguatkan nafsu yang membuat qt bertindak memaksakan keinginan + tujuan + harapan harus teraplikasikan. Sampaikan informasinya, bukan mati2an memamerkan keinginpuasannya. Tahan perasaan itu. Biarkan kenyataan memberikan jawaban atas keinginan + tujuan + harapan mana yg pantas terwujud/teraplikasikan untuk qt.
Hahaaaa.. merasa berbelit-belit para pembaca??? Gw sangat maklum, struktur bahasa gw emang sangat belepotan bwkwkwkwk :D.. Yaaa pesan gw resapin aja maknanya, kalo ga nemu-nemu maknanya apa, coba cuci kaki... terus bobo :)) ga usah dibuat susah... Just info aja... ^_^
Udah hampir tengah malem, met tidur semua.. Sleep tight :)
✿charmingnyit✿





0 comments:
Post a Comment